Tren mabuk menggunakan zat yang dikenal dengan sebutan “Whip Pink” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Sensasi euforia cepat, tawa berlebihan, hingga rasa ringan di kepala membuat sebagian orang menganggapnya “aman” dan sekadar hiburan. Namun, anggapan itu ditepis tegas oleh seorang profesor farmasi, yang memperingatkan bahwa efeknya tidak sesederhana mabuk sesaat.
Menurut penjelasan sang profesor, Whip Pink umumnya merujuk pada penyalahgunaan gas nitrous oxide (N₂O) yang seharusnya digunakan secara terbatas di dunia medis atau industri makanan. Saat dihirup tanpa pengawasan, zat ini memang bisa memicu rasa senang sementara, tetapi di balik itu tersimpan risiko serius bagi sistem saraf.
Mabuk Cepat, Bahaya Mengintai
Profesor farmasi tersebut menjelaskan bahwa nitrous oxide bekerja dengan menekan sistem saraf pusat dan memengaruhi transmisi sinyal saraf di otak. Efek awalnya bisa berupa euforia, tawa tanpa sebab, pusing, hingga sensasi melayang. Karena efek ini muncul cepat, banyak pengguna mengulang pemakaian dalam waktu singkat.
“Yang berbahaya, tubuh tidak diberi waktu pulih. Pemakaian berulang dapat mengganggu metabolisme vitamin B12 yang sangat penting untuk kesehatan saraf,” ujarnya.
Risiko Kerusakan Saraf Jangka Panjang
Kekurangan vitamin B12 akibat paparan nitrous oxide secara berulang dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer. Gejalanya tidak selalu langsung terasa, tetapi bisa muncul perlahan dalam bentuk:
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
- Kelemahan otot
- Gangguan keseimbangan dan koordinasi
- Penurunan fungsi kognitif dan konsentrasi
Dalam kasus tertentu, kerusakan ini bersifat jangka panjang bahkan permanen, terutama jika penggunaan dilakukan dalam dosis besar atau waktu lama.
Tidak Sekadar “Aman Karena Legal”
Profesor farmasi juga menegaskan bahwa status zat ini yang legal untuk keperluan tertentu sering disalahartikan sebagai aman untuk disalahgunakan. “Legal tidak berarti bebas risiko. Saat digunakan di luar indikasi medis dan tanpa pengawasan, risikonya justru sangat tinggi,” jelasnya.
Selain gangguan saraf, penggunaan Whip Pink juga dapat meningkatkan risiko sesak napas, gangguan irama jantung, hingga kehilangan kesadaran, terutama jika dihirup dalam ruang tertutup atau dikombinasikan dengan alkohol dan zat lain.
Imbauan untuk Masyarakat
Para ahli mengimbau masyarakat—terutama remaja dan dewasa muda—untuk tidak ikut-ikutan tren yang berisiko terhadap kesehatan. Edukasi dan kesadaran menjadi kunci agar sensasi sesaat tidak berujung pada penyesalan jangka panjang.
“Efek mabuknya mungkin hanya beberapa menit, tapi dampak pada saraf bisa bertahun-tahun,” tutup profesor farmasi tersebut.
Referensi & Sumber Berita
- World Health Organization (WHO)
Nitrous Oxide: Health Effects and Risks
-Menjelaskan dampak nitrous oxide terhadap sistem saraf dan risiko penyalahgunaan. - National Institutes of Health (NIH) – National Library of Medicine
Neurological complications of nitrous oxide abuse
-Publikasi ilmiah tentang hubungan nitrous oxide dengan defisiensi vitamin B12 dan kerusakan saraf. - BMJ (British Medical Journal)
Nitrous oxide misuse and neurological damage
-Laporan kasus dan kajian medis tentang gangguan saraf akibat penyalahgunaan gas nitrous oxide. - MedlinePlus
Nitrous Oxide – Drug Information
-Informasi efek samping, risiko kesehatan, dan dampak sistem saraf pusat. - Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
Inhalant Use and Health Effects
-Penjelasan umum tentang bahaya inhalan, termasuk nitrous oxide.