Pemerintah Thailand telah secara resmi menetapkan standar baru untuk tingkat kemanisan minuman “manis normal”, dengan mengurangi kadar gula hingga hanya 50 persen dari takaran sebelumnya. Kebijakan ini mulai berlaku 11 Februari 2026 dan menjadi bagian dari upaya nasional menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat.
Menurut Departemen Kesehatan Thailand, perubahan definisi “manis normal” berarti jika konsumen tidak memilih tingkat kemanisan tertentu saat memesan minuman, minuman akan otomatis disajikan dengan setengah kadar gula asli dari resep lama. Sebelumnya, level “manis normal” seringkali mengandung gula jauh lebih tinggi, sehingga berkontribusi pada konsumsi gula harian yang melebihi rekomendasi kesehatan.
Sebagai gambaran, sebuah minuman berukuran sedang yang dulu mengandung sekitar 40–50 gram gula kini akan dikurangi menjadi sekitar 20–25 gram per sajian — setara dengan 4–5 sendok teh gula. Kebijakan ini dianggap membantu minuman yang lebih mendekati pedoman WHO, yang merekomendasikan asupan gula tambahan tidak lebih dari 25 gram per hari bagi orang dewasa.
Strategi ini tidak berlaku sebagai larangan, melainkan sebagai bentuk “nudging” atau pengaturan pilihan default, yakni menjadikan pilihan yang lebih sehat sebagai posisi awalan. Selama ini banyak kedai minuman juga telah menyediakan opsi pilihan kemanisan seperti 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, namun dengan standar baru, opsi “normal” kini lebih sehat secara default.
Pemerintah berharap perubahan ini dapat membantu masyarakat menyesuaikan preferensi rasa dan secara bertahap mengurangi konsumsi gula tanpa mengurangi kebebasan memilih. Selain itu, pengurangan gula dinilai dapat menurunkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit tidak menular lainnya yang dihubungkan dengan konsumsi gula berlebih.
Sumber:
✔️ detikHealth – Thailand tetapkan standar gula baru minuman “manis normal”
✔️ detikHealth – Fakta standar manis terbaru turun jadi 50%